Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

.:: INDONESIA will be INDO-CINA ? ::.

Bismillah...

Skenario diambil dari sumber ini:
https://www.portal-islam.id/2019/05/ex-dubes-polandia-haz-pohan-ungkap.html


1. Periode 2019-2024 akan terjadi migrasi besar2an rakyat Cina ke Indonesia,  minimal 25-50 juta. Sudah terjadi, orang cina daratan sendiri yang bicara, ini videonya: 


2. Saat pilpres 2024 akan dimunculkan boneka baru guna melanjutkan semua grand strategy Cina utk menguasa Indonesia manjadi bagian dari RRC Raya. Pengiriman  manusia cina ke Indonesia makin masif,  hingga tahun 2029 bisa menjadi 100 juta.  Sesuatu yg mudah karena semua kebijakan mereka yg atur. 

3. Saat pilpres 2029, boneka mereka kembali disetting agar kembali berkuasa utk periode keduanya (spt Jkw sekarang).  Selama pemerintahan boneka periode kedua ini jumlah manusia cina di Indonesia bisa mencapai 200juta lebih. 

4. Saat Pilpres 2034, berkat UU yg sudah diamandemen (presiden tidak harus orang asli pribumi),  maka tampillah capres yg full secara fisik  dan mental (jiwa raga) adalah ras cina. Mereka akan menang dg mudah, bahkan jika pemilu dilaksanakan secara "jurdil"pun, krn jumlah mereka sudah sangat banyak.  Belum lagi ditambah dg suara pribumi2 dungu yg sejak awal gak mikir soal kedaulatan dan martabat bangsa (kalangan abangan,  sepilis,  atheis,  eljibiti,  hobi maksiat,  dll).  Nama Indonesia akan tinggal menjadi kenangan,  mungkin diganti Indocina.

5. Dalam kurun 2019-2034 itu,  seluruh aspek kehidupan  (EKOPOLSOSBUDHANKAM) akan dikendalikan oleh RRC.  Secara spesifik, ideologi Pancasila akan dihapus,  komunisme dikembangkan,  umat Islam (target utama)  akan ditindas habis2an, masjid2 dikekang dan secara perlahan dihancurkan, lembaga2 keislaman (sekolah,  PT,  ponpes,  badan2 amal2 syariah dll) akan ditekan dan dihabisi karena menjadi virus munculnya perlawanan thd pemerintah yg berkuasa. Pendek kata,  Indonesia akan menjadi Uighur/Xinjiang  (Turkistan Timur) yang dijajah total. Semua simbol dan ritual yng berbau Islam akan ditindas dn dihabisi.  Pada saat yang sama akan dibangun kamp-kamp indoktrinasi bagi anak2 utk dididik menjadi komunis sejati. 

6. Maka 2034 INDONESIA benar2 TAMAT sebagaimana digambarkan dalam novel technothiller karya PW Singer berjudul GHOST FLEET yg beberapa waktu lalu ketika diwacanakan oleh pak PS banyak diolok-olok oleh kaum cebong dungu LAKNATULLOH ALAIH. 

7. Dan,  seperti dikatakan oleh pengamat dr Eropa ini,  kesempatan bagi rakyat Indonesia wabil khusus kaum muslim tinggal SEKARANG ini utk berjuang memperjuangkan kedaulatan melepaskan diri dari belenggu penjajahan RRC.  Ingat, cengkeraman mereka sudah cukup kuat dg jebakan hutang utk infrastruktur yg gila2an, apalagi jika proyek pemindahan ibukota jadi dilakukan, ditambah secara fisik TENTARA mereka sudah berada di sini dg jumlah yg jauh melebihi jumlah TNI maupun polri (yg terakhir ini  bahkan sekarang sudah menjadi bagian dari proyek penjajahan Cina,  pengkhianat sejati yg gak mikir soal kedaulatan yg penting dikasih duit banyak dah senang). Mau apalagi kita?

MENGERIKAN!






..:: Dear Kotak Kotak Dua ::..

Bismillah...

Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Rasul mulia pernah bersabda, Fa Innaka ma'a man ahbabta, Maka sesungguhnya seorang bersama orang yang dicintainya (di akhirat). Setelah berharap bersama Rasulullah, para sahabat dan ulama shalafussolih, kamipun berharap di akhirat kelak bersama ulama-ulama hanif negeri ini yang kami bela dan kami cintai. Buat kalian, apakah sudah siap bersama jagoan kalian di akhirat kelak ???
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Kalian pasti tau ayat "Watawashaubil haqqi wa tawa shaubissobr", ya...itulah tugas saudara seiman, menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, jika anda terima Alhamdulillah, jika anda abaikan maka urusan kami selesai, tinggallah anda berurusan dengan Tuhan.
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Jagoan anda itu kelewat arogan, mungkin jika dia santun, resistensi tak akan sebesar ini. Jika jutaan muslim negeri ini begitu membencinya, pasti dia memang bukan orang yang "beres". Dengan begitu banyak noda hitam, masihkah kalian membelanya mati-matian?
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Satu hal yang bisa saya dan jutaan orang pastikan adalah... jagoan anda itu tidak bisa mengendalikan mulutnya. Jangankan rakyat miskin di pinggiran kota, ulama besar saja dia rendahkan, percakapan mantan presiden pun bisa dia dapatkan, terlebih Al-Qur'an dia nistakan, jutaan muslim peserta aksi disebut orang bayaran, dan sekarang dia dan kroni pun ikut menuduh Tuhan
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Baiklah, jika kalian tidak bisa diyakinkan melalui firman Tuhan, mari kita lihat jagoan anda yang kalian bela mati-matian. Apakah dia profesional, kapabel ? Mungkin saja demikian ( menurut kalian )...tapi apakah dia bersih, jujur, bebas korupsi? Silahkan saja, apakah anda lebih percaya mulutnya ataukah BPK negeri ini yang kredibilitasnya diakui dunia ? Belum lagi masalah reklamasi, penggusuran paksa disana-sini
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Dalam Al-Qur'an ada belasan ayat tentang larangan bagi seorang muslim memilih pemimpin dari kalangan non muslim, terserah mau kalian artikan kata awliya itu sebagai pemimpin atau teman dekat, namun jumhur ulama sepakat, awliya adalah seseorang yang mengurusi hajat hidup orang banyak...jadi tidak mungkin mayoritas orang beriman menyerahkan hajat hidupnya kepada yang tidak seiman
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Kalian adalah saudara kami, saudara seiman dan seaqidah, kami wajib mengingatkan...sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian. Bukankah muslim itu bagaikan satu badan ???
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Sekian surat cinta dari saya...Mohon maaf, kalian tak perlu mendebat saya jika tidak berkenan, seperti kata Aa Gym, saya tidak ingin berdebat dengan Anda yang mendukung mereka, apalagi jika anda orang Islam. Bagaimana saya bisa meyakinkan Anda, sedangkan Firman Allah saja anda tidak yakini dan Anda abaikan


source: http://lb.cm/kotakkotak

..:: Kalender 2017 ::..

Bismillah...

Alhamdulillah, ditemani Istri sekarang.

Ini link kalendar 2017 baik hijriah ataupun masehi...


PDF
IMG
HIJRIAH



Sumber:
http://syukr.com/
http://www.designdakwah.com

Belanja Peralatan Manusia Bebas

Bismillah...

Ini khusus untuk page di i'm freeman .. kebetulan lagi ada event indo-fest.com acara belanja belanja, yang sebetulnya gw dah niat mau beli tas, dan kebetulan ada festival indor outdor indonesia di senayan jakarta... bermodal 1.200.000 (1,2 juta) gw mulai hunting... didapatlah beberapa barang yang gw pengen... diantaranya:
  1. Tas Gunung merek Consina Extrateristrial  sebagai tas pertama gunung gw yang kebeli (selama ini pinjam sana pinjam sini, hahaha)... harga dipasaran sih 475 - 555 rebu, kalo di indo-fest.com kena 555 rebu diskon 10% jadi gw bayar 500 rebu kembali 500 perak.
  2. Jaket Double Polar merek Avtech sebagai jaket pertama gw yang khusus buat pendakian/ traveling getu dah, dipasaran diharga 395 rebu - 415 rebu, di indo-fest.com kena 400 rebu dan cuman bayar 300 rebu gw udah bisa bawa pulang.
  3. Jaket Polar Forester WindProff, harga 250 - 300 rebu, di indo-fest.com dapet 250 rebu didiskon 50% jadi gw cuman bayar 125 rebu.
  4. SleepingBag standard (mayan tebel, diharga 250 rebu - 500 rebu) di indo-fest.com dapet 250 rebu diskon 30% jadi bayar sekitar 150 rebu.
  5. Matras Standard cuman 37 rebu.
  6. Sendal gunung dengan merek OutdoorPro cuman 80 rebu.

Coba kita jumlah, 500 + 300 + 125 + 150 + 37 + 80 = 1,19 (1,2) pas bukan? bahahaha...

Next kita kumpulin duid lagi buat beli sepatu + kaoskaki khusus yah buat nanjak atau traveling...

Have a Nice Day!

Bungkus atau Isi

Bismillah...

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus "bungkus" saja dan mengabaikan "isi". Maka, bedakanlah apa itu "bungkus" dan apa itu "isi".
"Rumah indah" hanya bungkusnya, "keluarga bahagia" itu isinya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya, "cinta kasih, pengertian, dan tanggung jawab" itu isinya.
"Ranjang mewah" hanya bungkusnya, "tidur nyenyak" itu isinya.
"Kekayaan" itu hanya bungkusnya, "hati yang gembira" itu isinya.
"Makan enak" hanya bungkusnya, "gizi, energi, dan sehat" itu isinya.
"Kecantikan dan ketampanan" hanya bungkusnya, "kepribadian dan hati" itu isinya.
"Bicara" itu hanya bungkusnya, "kenyataan" itu isinya.
 "Buku" hanya bungkusnya; "pengetahuan" itu isinya.
"Jabatan" hanya bungkusnya, "pengabdian dan pelayanan" itu isinya.
"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkusnya, "melakukan ajaran agama" itu isinya.
"Kharisma" hanya bungkusnya, "karakter" itu isinya.
"Rejeki" itu hanya bungkusnya, "keberkahan" itu isinya.


Utamakanlah isinya, namun Rawatlah bungkusnya.



sumber: http://lb.cm/bungkus

Desta, Cobalah!

Bismillah...

Desta, 
Cobalah mengambil waktu menyendiri, dan perhatikanlah kesudahan manusia yang dilalaikan dunia, terjebak dalam rutinitas yang menyeretnya menjauh dari Allah.

Desta, 
Adakah mereka menemukan kebahagiaan yang dicari ataukah ditimpa lebih banyak kesengsaraan, ketidakpuasan, kegelisahan tanpa akhir yang membuat merana.

Desta, 
Allah ciptakan dunia untuk diatur, bukan untuk mengatur. Kesempurnaan milik Allah, dan kebahagiaan itu dari-Nya. Semesta bertasbih baginya, ikutilah, disitu bahagia.


Iya ustadz.. :( then :)

Pembangkangan Sipil - T.A.I.K.K

Bismillah..

" sebelumnya, selamat kita masuk orientasi orba versi 2 "
Berikut kisahnya:

Hok, gua nulis ini karena gua peduli. Apalagi, kita sama-sama satu almamater. Saling mengingatkan itu perlu. Btw, sori ya, kalo gua pake bahasa begini ke elu. Ini terpaksa. Lu boleh cek semua tulisan gua, kalo gua sebelonnya kaga pernah menulis dengan bahasa seperti ini.
Gua gunain bahasa ini karena inget nasihat teman. Dia bilang begini ke gua: “John, dalam komunikasi itu penting untuk memilih bahasa. Kamu tidak bisa memaksakan berbicara dalam bahasa akademisi pada kelompok tertentu. Begitu pula sebaliknya.” Jadi, gua terpaksa nih pake bahasa begini dengan tujuan supaya lu ngerti.
Sempet kepikir juga untuk nyelipin kata-kata: t**k, bodo amat dan kata-kata lain yang biasa lu gunain selama ini, tapi kata gua kaga perlu deh. Biar elu aja yang kayak gitu. Gua mah kaga bisa.
***
Ok. Langsung aja ya. Gua nanya nih ma elu, hok. Lu pernah demo ga? Waktu 1998, lu ikutan bantuin kita demo ga? Karena lu senior gua di Universitas Trisakti, gua nanya lagi, nih. Waktu kita lagi repot belajar dan membangun demo, sampe adik-adik kita mati, terus sampe kita nginep di MPR/DPR, lu dimana, hok? Jujur deh lu jawab.
Maksud gua nanya gini, biar lu inget dan paham kalo semua demonstrasi yang gua sebutin itu, semuanya ngelanggar aturan. Mulai dari ngomongin politiknya dilarang, mimbar bebasnya dilarang, demonstrasinya yang dilarang, long-marsnya dilarang dan semuanya itu kaga ada yang kaga dilarang. Sampai otopsi pun dilarang. Intinya, kita semua bisa sampai ke hari ini karena ada unjuk rasa yang ga ngikutin aturan di jaman itu. Termasuk elu jadi anggota DPR, Bupati, Wakil Gubernur dan Gubernur karena itu, bro!
Emang sih waktu itu ada UU Nomer 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum – yang dibikin jaman BJ Habibie. Tapi apa respon kita waktu itu? Kaga peduli, coy.
Malah, gua inget bener, waktu kita demo Istana Negara supaya Habibie segera ngadilin Soeharto (2 Desember 1998). Temen-temen gua sampe lompat pager Istana. Sementara temen-temen gua yang lain ngedemo rumahnya Soeharto! Apa hasilnya? Seminggu kemudian, Soeharto untuk pertama kalinya dipanggil Kejaksaan Agung (9 Desember 1998). Emang sih, pemeriksaannya basa-basi. Tapi, segitu aja kita udah seneng banget. 
Jadi asal lu tau aja. Sampai hari ini, itu UU kaga pernah kita peduliin. Kenape? Karena itu UU katrok, hok. Katro sekatronya!
Dari pemilihan lokasi, lu bisa liat UU itu lebih melindungi (bangunan/simbol) negara ketimbang melindungi ekspresi warga. Soal pemberitahuan lagi. Kalo hari ini, Novel Baswedan mau dijemput paksa masak kita kudu nunggu 3 hari, baru boleh belain dia di KPK? Emang lu pikir demo pasti urusannya tolak-menolak doang? Makna “pemberitahuan” di UU itu juga berkali-kali diselewengkan di lapangan sebagai “permohonan ijin”, sehingga justeru mempersulit orang untuk demo. Lu bayangin aje ya, kalo kita dulu kudu jujur mau ngasih ayam betina ke Jaksa Agung (24 November 1998), mana bisa kita dikasih masuk?
Dengan segala masalah itu, eh elu malah jadiin UU ini sebagai rujukan untuk Pergub!
Nah, gua minta lu kaga bawa-bawa soal ketertiban. Karena gua jadi perlu nanya lagi nih. Ketertiban yang kaya gimana, hok? Yang kaya jaman Orba? Atau yang kaya Singapura? Aje gile lu, hok. Yang bener aje. Justeru, kebebasan berekspresi inilah yang membuat kita bangga dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Jadi hok, jangan segala jam-lah lu atur-atur, soal tempat dan urusan bising lu atur-atur. Orang demo tuh kaga mungkin subuh-subuh, lagi. Apalagi di Hari-hari Keagamaan. Kalo ada yang demo sampai malem, itu emang udah diniatin pastinya. Biasanya, mereka emang pengin nginep. Lagian yang doyan demo ampe malem dan seneng bentrok, udah jarang. Sebagian gembongnya udah pada jadi anggota DPR dan komisaris, keknya.
Nah, soal tempat. Lu kasih kita cuma tiga: Parkir Timur Senayan, DPR/MPR dan Silang Selatan Monas. Ini ga masuk akal dan cule. Masak kantor lu kaga boleh dijadiin target demo? Kejaksaan Agung, Bunderan Hotel Indonesia, Kantor Freeport, APP, Sinar Mas, Wilmar, Artha Graha dan lainnya kaga boleh juga? Ga sekalian aja, lu taruh kita di Kep. Seribu? Ga boleh juga ya? Soalnya, kita malah ganggu proyek reklamasi lu ya?
Semua bangunan kecuali rumah sakit dan tempat ibadah, kata gua sih sah untuk didemo. Emang lu kaga pernah bayangin kalo buruh pelabuhan pada mogok kerja? Emang itu bukan demo?
Soal kebisingan lain lagi nih. Ngomong-ngomong, lu tau ga 60 dB itu setara apa? Setara orang normal ngobrol, bro. Setara suasana dalam rumah. Atau dibawah ramenya suasana kantor (70 dB) atau suara kemacetan parah di jalan (90 dB). Gua jadi penasaran, demo yang kayak gitu demo apaan, hok?
Hok, tahun 1999, gua pernah bikin tulisan judulnya “Mendemonstrasikan demonstrasi.” Isinya a-z soal merancang demonstrasi. Di situ gua bilang kalo demonstrasi adalah seni menyampaikan pendapat. Tujuannya simpel. Supaya aspirasi dalam demonstrasi itu dipenuhi dan dipertimbangkan. Sudah tentu, kita yang demonstrasi pasti nyari perhatian dan narik simpati.
Ketika demo, kita tuh pasti bersiasat bagaimana cara terbaik untuk diperhatiin dan didengarkan. Kita pengin setiap orang mengetahui pesan kita. Jadi mustahil, kalo lo mau batasin aktivitas demonstran secara kaku.
Lagian, demo tuh macem-macem bentuknya. Ada yang bagi-bagi stiker di jalan, ada yang nginep bikin tenda keprihatinan dan ada yang memang niatnya nerobos barikade penjagaan. Kita yang demo tau kok konsekuensinya. Polisi pun udah paham mana yang demonya reseh, bikin deg-degan sampai yang kalem.
Jadi kaga usah lu ajarin polisi soal beginian. Karena kalau udah masuk kriminal, aturan di KUHP kan bisa dipake. Justeru lo kudu nekenin ke polisi supaya ga pakai senjata api dan senjata tajam dalam menangani demonstran.
Eh, ini malah di Pergub itu lu ngebolehin tentara ikut-ikutan. Wah, ini mah beneran Orde Baru!     
Lu lagi pake alesan demo bikin macet. Itu alesan klise, hok. Macet mah itu masalah gimana elu ngurus transportasi massal ajah. Itu makanya gua nolak proyek 6 ruas jalan tol, karena justeru nambah kendaraan pribadi. Itu kan solusi gua buat elu. Tapi ya itu, lu kaga mau denger.
Dan elu, hok jangan juga pake alesan ganggu pembangunan ya. Kaga ada urusannya tuh, investasi ma demonstrasi. Asal tau aja, jaman kita pada demo dari yang tiap hari sampe seminggu sekali, rupiah berkisar Rp. 8000,- s/d Rp. 8500,- kok!
Buat gua, tertib dan keteraturan kepada rakyat itu cuma cermin, hok. Cermin dari pengurusnya (pemerintahnya). Justeru, demonstrasi adalah indikator bahwa dialog antara warga dan pengurusnya sedang berlangsung secara dinamis. Jadi, kalo lu mulai kebanjiran demonstrasi, justeru lu kudu ngaca dan evaluasi. Karena pasti deh ada yang kaga bener. Entah itu, “kaga bener” yang dateng dari luar maupun “kaga bener” yang dateng dari dalem kepengurusan elu.
***
Sekarang, gua malah jadi mikir. Jangan-jangan lu emang kaga demen ma demonstrasi ya? Wah, kalo udah begini, lu kudu introspeksi. Jangan-jangan lu punya sindrom diktator, otoriter, lalim dan segala turunannya? Amit-amit, hok.
Tapi, kalau bener lu begitu orangnya, tenang aja, hok. Gua ga bakal jatuhin atau mundurin lu sekarang ini. Gua kaga mau ngikutin taktik lu: main korban-korbanan atau sengaja dijatuhin biar nanti dikenang. Kalau emang bener lu begitu orangnya, mending gua biarin lu lapuk sampai pilkada taun depan.
***
Hok, jelas ya. Gua ga bakal peduliin Pergub No. 228/2015 lu itu. Jadi terserah elu. Mau lu cabut bagus. Ga lu cabut pun pasti gua cuekin. Ini namanya civil disobedience: pembangkangan sipil. Ngarti?
Gitu aja ya, hok. Semoga tulisan berjudul T. A. I. K. K. ini bisa lo pahamin.

Sumber Kegalauan Abadi

Bismillah...

Judul aselinya:
Sumber Kegalauan Abadi Yang Harus Ditinggalkan.
Berikut ini 4 Kegalauan yang terjadi, kalo kita bangun di pagi hari (dini hari) tapi yang dipikirkan itu DUNIA saja, maka Allah SWT, menanamkan sifat berupa penyakit, diantaranya:

  1. Kebingungan yang tiada putus
  2. Kesibukan yang tiada berujung
  3. Kebutuhan yang tiada terpenuhi
  4. Khayalan yang tiada berujung
Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).”
(HR Ibnu Majah, Ahmad , ad-Daarimi ,Ibnu Hibban)

Rasanya gw sedang mengalaminya akhir akhir minggu ini.. Ya betul gw bangun shalat 2 rakaat tapi lupa untuk berdzikir, dipikiran gw hanya dunia, hanya ngerjain project di luar kerjaan, gw lupa baca quran.

Ini catatan pribadi gw aja, semoga bermanfaat.

sumber: http://lb.cm/galau
 

Desta, Kamu udah siap Nikah?

Bismillah....

Pertanyaan yang belum ada yang menanyakan.... tapi dalam bathin ini selalu muncul kalimat pertanyaan diatas:
Kamu emang udah siap buat Nikah?
Emang, secara emotional, spritual, intelektual dan material. Ke-4 point itu gw belum punya (tidak sempurna), eits... tp kalo memang kita punya niat, insyaAllah. Allah bakal memberi jalan, untuk sekarang.. gw masih nikmatin rahasia - rahasia dunia yang Allah tampakkan secara perlahan.

Tapi sering gw baca artikel tentang nikah diantaranya ada 14 bukti -- mungkin bisa dibilang ciri-cirinya sih, kalo lo atau gw yang memang terlihat 'sudah siap nikah'. Nah, diantarnya:

  1. Pintar menentukan prioritas dan bisa mengaturnya
  2. Time management berjalan dengan baik, meski belum sempurna
  3. Selalu belajar untuk tidak egois terhadap diri sendiri atau istrimu kelak
  4. Kamu bisa memimpin dirimu sendiri dan orang terdekatmu kelak (istrimu)
  5. Kamu bisa mengatur keuanganmu sedetail mungkin
  6. Kamu harus berfikir dewasa dan mulai menerima segalanya
  7. Kamu pandai mengatur pikiranmu, kayak Emotional, Spritual, dan Intelektual.
  8. Bisa menerima setiap perbedaan yang ada 
  9. Kamu sadar, kehidupan ini tak sebebas saat masih 'single'.
  10. Pintar menentukan sikap dan prilaku di berbagai keadaan.
  11. Tidak selalu mengambil keputusan berdasarkan perasaan.
  12. Kamu tau dari arti dan makna tujuan Hidup.
  13. Kamu sadar bahwa, impian dan cita-cita kamu belum tentu berjalan saat nikah nanti.
  14. Siap berkorban, demi Istri dan Anak mu kelak.
Ikh... wow, tp Alhamdulillah... beberapa point mungkin udah gw pegang.. dan gw fahami dan sadar betul, sebenernya point point diatas jangan di jadikan batasan tapi harus gw jadikan tolak ukur dan sebagai 'koreksi diri' untuk menjadi yang terbaik.

Siapapun perempuan yang hidup berdampingan dengan gw kelak, mungkin dia telah membaca blog gw ini, dan gw hanya berharap, semoga perempuan itu bisa menerima segalanya, kekurangan dan kelebihan yang ada pada gw sendiri, begitu sebalikanya. Aaamiin...

source: http://lb.cm/nikah

Kemana 'Doa' itu berlalu?

Bismillah....

Berharap...
Jika berharap uang, ternyata yg datang hutang.
Jika meminta kemudahan, yg hadir justru kesulitan.
Jika doakan kesehatan, yg hampiri penyakit.
Bertanya...
Jangan kau tanya mengapa Allah tak kabulkan doa.
Jangan kau paksa kapan Allah ijabahkan doa.
Jangan kau heran mengapa Allah abaikan doa.
 Tapi...
Tapi tanyakan seperti apa tubuhmu bicara.
Tanyakan seperti apa hatimu berkata.
Karena...
Apa Subuhmu menjelang dhuha?
Apa Dhuhurmu sisa waktu bisnis yg kau punya?
Apa Isya mu terlewat karena lelah yg ada?
Apa shalat berjamaah bagi laki-laki tak pernah karena masjid sangat jauh dari jangkauanmu?
Apa tahajud mu terlepas karena terlelap tidur?
Apa Qur'an mu tergeletak karena tak pernah dibaca?
Apa hartamu tersimpan tak berbagi?
Jangan salahkan Allah...
dan...
Masih Menyebarkan fitnah,
masih berprasangka buruk,
masih senang membicarakan keburukan org lain,
masih mencibir org yg sudah bertobat, tidak pemaaf, senang liat org susah, susah liat org senang, pendendam, sirik, dengki, hasud.
Jangan salahkan Allah...
juga...
Jangan salahkan Allah,
Jika ayat suci hanya kau pilih beberapa.
Surat Yusuf agar mendapatkan putera ganteng nan sholeh.
Surat Maryam agar memperoleh puteri nan cantik sholehah.
Surat Ar-Rahman agar berlimpah rejeki.
Surat Yaasin utk "meratapi" mayat.
Shalawat ini dan itu untuk memperlancar ini dan itu.
Dan jangan salahkan Allah...
Jika ayat-ayatNya tak pernah dibaca ataupun diamalkan dalam kehidupan nyata.
Maka...
Jika titah Allah hanya beban.
Jika urusan Allah hanya dagang.
Jangan harap kecintaanNya akan datang.
Jangan harap doa akan dikabulkan.
Duhai Allah...
Jagalah kami dari hal hal yg demikian.
Satukan kami dalam ikatan cinta untuk saling mengingatkan, akan keberadaan dan kewajiban kami kepadaMu.

Sumber: http://lb.cm/perginya-doa (Judul Aseli : KEMANA PERGINYA DOA)

Kapan Waktu Terbaik Kita Untuk Berfikir

Bismillah....

Kemauan Seorang itu bisa habis
Hilangnya kemauan atau tekad seseorang sebenarnya bukanlah hal yang baru, hal itu bisa hilang begitu saja. Tapi ternyata salah satu alasannya bukan karena mood tapi karena kemauan itu sudah habis. Sebuah penelitian mencari tahu apakah tekad seseorang dapat berkurang karena melakukan aktivitas lain.
Penelitian itu membagi sekumpulan orang menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama akan melakukan 2 tugas dimana tugas pertama ditujukan untuk mengurangi tekad orang tersebut untuk melakukan tugas kedua. Sedangkan kelompok kedua akan hanya melakukan tugas kedua dan tidak melakukan tugas pertama. Dari penelitian itu ditemukan bahwa kelompok kedua dapat melakukan tugasnya jauh lebih baik. Hal itu membuktikan bahwa tekad seseorang tidakllah tidak terbatas, dan dapat menipis seiring seseorang melakukan pekerjaan lain hingga habis di akhir hari.
Kemauan atau tekad seseorang itu sangatlah berkaitan erat dengan proses kreativitas, khususnya jika seseorang memang sedang tidak memiliki kemauan untuk melakukan apapun. Oleh karena itu jika Anda ingin melakukan sesuatu, cobalah untuk melakukannya di pagi hari sebelum seluruh kemauan atau tekad Anda dihabiskan oleh aktivitas-aktivitas lainnya.

 Bangun Di Pagi Hari itu Penting

Pernahkah Anda mendapatkan berbagai macam ide selagi Anda mandi di pagi hari? Itu karena begitu Anda bangun pagi, saat itu merupakan saat dimana otak Anda mencapai keaktifan tertingginya. Selain dari bukti MRI, bukti terbesar lainnya adalah mimpi. Ilmu pengetahuan mengatakan bahwa kreativitas sebenarnya adalah sebuah kejadian dimana berbagai koneksi dalam otak kita terhubung satu sama lainnya. Mimpi adalah bukti nyata.
Salah satu aspek paling menarik dari dunia mimpi adalah terciptanya berbagai koneksi antara hal yang sebenarnya tidak berhubungan sama sekali. Ini jugalah yang terjadi dalam ide-ide inovatif dimana sebuah ide dan konsep yang tidak pernah dipikirkan orang lain sebelumnya dihubungkan dalam sebuah cara yang masuk akal.

Berfikirlah, saat tidak melakukan apapun

Di atas, kita telah membicarakan bagaimana kemauan dan tekad seseorang dapat habis di akhir hari karena berbagai kegiatan. Namun ternyata saat seseorang berpikir ia sudah tidak ingin melakukan apapun, itu juga merupakan salah satu waktu terbaik untuk berpikir kreatif. Jadi jika Anda bukanlah orang tipe pagi hari, maka ini dapat menjadi alternatif Anda.
Teori tersebut didasarkan dari kemampuan kita berkonsentrasi. Anda mungkin tahu kapan waktu ideal untuk pikiran Anda dalam bekerja, waktu itu mungkin adalah waktu dimana konsentrasi Anda benar-benar sangat baik dan Anda dapat melakukan banyak pekerjaan. Namun ternyata dengan konsentrasi yang sangat tinggi, hal itu malah membatasi kemampuan Anda dalam berpikir kreatif.
Seseorang yang tidak terlalu fokus ke satu hal, akan memiliki kemampuan berpikir yang lebih terbuka dan konsentrasinya akan sangat luas. Hal itu akan menyebabkan banyak informasi masuk dalam pikirannya yang mengarah ke kemungkinan lebih tinggi dari kemunculan ide-ide kreatif dalam dirinya.

Pentingnya Rutinitas


Lalu apakah hal ini berlaku untuk semua orang? Mengapa ada orang-orang sukses dan ternama yang waktu terbaiknya adalah di siang atau malam hari? Jawabannya adalah karena rutinitas, alias kebiasaan orang tersebut.
Jika seseorang benar-benar sudah membiasakan dirinya untuk melakukan sebuah pekerjaan dalam waktu rutin di hari-harinya, maka ada kemungkinan bahwa itu juga dapat menjadi waktu terbaik untuk mengeluarkan semua ide kreatif. Otak kita sangat menghargai yang namanya kebiasaan, semakin sering kita melakukan suatu hal maka aktivitas itu akan lebih tertanam dalam pikiran kita.
Jadi apabila tips-tips di atas tidak cocok untuk Anda, cobalah lakukan pekerjaan atau pemikiran Anda secara konsisten di hari-hari umumnya. Ubah kegiatan tersebut menjadi sebuah kebiasaan rutin dan buat otak Anda menerima hal itu sebagai waktu terbaik Anda.

Semoga bermanfaat!

sumber: http://www.tahupedia.com/content/show/408/Waktu-Terbaik-Untuk-Berpikir-Kreatif

Tafakur Kehidupan 2014 - Yogyakarta

Bismillah...

Alhamdulillah... masih diberi kesehatan dalam menjalankan aktifitas sehari hari. Kali ini gw mau bercerita dan berdongeng layaknya seorang penyair, perjalanan ketiga orang kaum kusam *judulnya menyusuri keindahan dan keajaiban Yogyakarta (Daerah Isitimewa) selama kurang lebih 6 hari, dan sebetulnya kita bertiga sama sekali gak punya rute perjalanan, :). itulah yang namanya backpacker sejati, mungkin.


Hari #1
Hari pertama sebetulnya dihabiskan dengan perjalanan menuju jogja... full 1 hari di Kereta Ekonomi AC (Station Senen - Station Lempuyangan) yang masih di subsidi pemerintah, dengan Rp.50.000,- kita bertiga bisa berangkat ke Jogja, Malam kita sampai di lempuyangan

Hari #2
Hari kedua, atau tepatnya setelah sempat tidur semalaman di "Hotel Alam" yang sangat sejuk dan alami, disamping kita sudah ada, makanan murah-meriah khas Jogja yaitu Angkringan, ya gak murah-murah amat sih, mayan ganjel perut... segelas kopi dan nasi kucing! dan sekitar jam 8' kita berangkat menuju maliboro, disana sempet kita bertiga 'kompak' nabung ke wc umum, setelah mencari informasi, akirnya kita berangkat ke "Gunung Kidul - Pantai Indriyanti".

Dalam perjalanan menuju Pantai Indriyanti, kita benar-benar di Tembak! harganya oleh supir mini-bus sialan, haa.. maaf rada kesal, perjalanan kami bertiga menuju Pantai Indriyanti harus kami tebus Rp.200.000,- untuk sekali jalan! yah, Allah memang adil, dalam perjalanan si mini-bus nyenggol motor dan ada beberapa yang harus dia ganti, alhasil perjalanan kami sampai dan terbayar sudah, kami sampai pukul 1'an siang, dan Indah..nya subhanallah.... Inilah keindahan alam yang tak terbayangkan, keindahan Indonesia ku... keajaiban ciptaan Tuhan.
Selama beberapa jam kami istirahat, bersantai dan menikmati sejuknya angin sepoy-sepoy.. dan disana kami menikmati cimol, ada juga ternyata untuk mengganjal perut sampai nanti sore, maklum, kita memang tidak memikirkan makanan untuk sore tapi untuk nanti malam, dan mendekati ashar, sekitar pukul 4'an kami menulusuri pantai paling jauh dari pantai Indriyanti, gw lupa namanya dan itu lebih indah lagi, di hari ke-2 kita bermalam kembali dengan "Hotel Alam".
Dalam perjalanan di hari ke-2 tepatnya 2 pantai setelah indriayanti, gw lupa nama pantainya, menjelang malam dan malam begitu terang, meskipun tak sedang terang bulan, gw duduk santai di batu pantai dan ke-2 saudara (temen seumuran) gw menyisiri pantai, benar benar indah, dan asyik, fikiran bebas lepas tanpa batas melihat kearah depan.

Malam pun masuk, dan kami merebus mie 3 bungkus dengan kompor kecil di bawah tebing batu karang (sayang lupa gw foto) dan malam ini kami pun beristirahat.

Hari #3
Hari ke-3 kita udah ada di pantai, dan kita bertiga tidur di pasir pantai dengan api unggun menyala sampai pagi, ketika bangun matahari tidak begitu terlihat karena sedikit mendung tapi tidak hujan, dan perut gw merasa lapar, entah ide dari mana, gw coba buat kopi hitam dengan pasir pantai, nikmat... menjelang siang, kita bertiga bikin mie lagi, sisa semalam, tinggal 3 bungkus, dan masak dengan air laut, uehkkkk.... rasanya aneh air mie nya, untung cuman cuman 1/2 dari tempat masak mie, 1/2 lagi air sumur sawah.

Saat sedang packing matras tempat tidur pakain dan sepatu, ternyata ada jejak kaki yang mencurigakan, ada anjing kampuanggggg!! yang mengendus kami bertiga (lagi lagi lupa gw foto) saat malam hari, untung saja tidak terjadi apa apa dan memang niat kami baik kok, hanya ingin menikmati alam Gunung Kidul. Okeh setelah packing, kita berjalan dari pantai ke Wonosari dengan berjalan kaki, karena jika sewa mobil itu akan terasa sangat mahal sekali, setelah berangkat kita ketipu oleh mobil kaleng, kita berjalan kurang lebih 10KM, masih ada 13KM lagi menuju wonosari dan akhirnya dapat mobil juga, dan ternyata itu mobil yang sama saat kita di tipu (supirnya yang nganter kita bertiga di hari pertama), dan perjalanan itu cuman bayar 10rb / orang kita sampai di piyungan.

Lagi lagi kita harus menunggu mobil piyungan-prambanan (tujuan selanjutnya Prambanan) dan sudah 30menit lebih tak muncul, akhirnya kita berjalan mencari tempat makan, untuk mengisi tenaga kembali, akhirnya kita mampir di warteg yang murah banget, makan bertiga cuman 26rb, mana nasi bisa ambil sepuasnya, haaa. Disana seperti biasa kita selalu bercerita- dan ternyata, orang piyungan kenal dengan TANGERANG coyyy... emang kota gw kejam, dikenal seantero jawa. oya, ada 1 hal yang unik, baru bertemu beberapa jam, ada bapak tua yang merasakan pedihnya hidup tanpa orang yang kita kenal di daerah orang lain, sampe sampe kita nunggu mobil tujuan prambanan si bapak tua itu yang memanggil bahkan sempat berantem gara-gara yang naek itu ternyata kami bertiga, yang notaben bukan orang piyungan, al hasil.... kita ditembak lagi harganya, seharusnya kita bayar cuman 20rb, 2x lipat sudah sebetulnya, kata ibu warteg cuman 4rb ongkos x 3 = 12 rb tp kita harus bayar 30rb sampe pintu prambanan, yasudahlah gw fikir gw baru ambil duit dari ATM jadi gw gak mempermasalahkan toh itung itung sedekah ke orang kaya (tuh supir hapenya kerennnnn coyyyy, kaget gw juga).

Akhirnya kita sampe juga di mulut pintu Candi Prambanan .. ya belum masuk, karena jam 5 sudah tutup sedangkan kami sampai jam 4, masa 1 jam doank.. akhirnya menikmati kembali sorenya jogjakarta di percis lapangan luas Prambanan, disana sampai kita berjalan mencari musholla/ masjid untuk di jadikan tempat mandi/shalat/cuci muka dan lain lain, akhirnya kita dapet juga + malam itu kita tidur gratis di musholla bu apa, gw lupa namanya, jadi di malam ketiga kita tidur beratapkan teriplek, dan itu gratis, Alhamdulillah. kita tidak mencari lapak utnuk tidur malam ini, saat mencari makan.... seperti biasa makanan kami, yang murah meriah dan halal. kita makan di angkringan dan menjelang malam, kita ngopi dan ngerokok dulu, disana kita bertemu kelompok "Punk Tangerang" yang sama seperti kita, mereka sudah ada di masjid prambanan yang sebelumnya di pantai parang tritis.. untuk beristirahat.

Hari ke #4
Masuk ke hari ke-empat kita sudah sampai di Prambanan, dan saatnya masuk ke keajaiban dunia selanjutnya, candi Prambanan dengan membayar 30rb/ orang kita bisa masuk, dan kita bertiga berfoto bersama, dan menjelang siang kita makan soto ayam kampung khas jogja, dan itu juga murah coyyyyy..... 27rb kita bertiga bisa makan + es teh manis pula. dan tepat jam 2 kita berangkat lagi ke Malioboro, tepat di hari sabtu sore kita udah sampe di Malioboro.

Ada cerita sedih neh di hari ke-4 salah satu saudara gw keilangan handhpone, mana banyak foto narsis dan foto keren keren, yang rencana pengen di upload, kita punya 2 hape, 1 hape itu full foto gw dan kecolongan di TRANS YOGYA! entah copet gimana caranya mereka melakukannya, yasudahlah... lanjut. Malam minggu ini lagi hiburan gratis dari ENDANK SOEKAMTI DAN SUPERMAN IS DEAD. akhirnya kita berjalan ke alun-alun utara untu melihat aksi mereka jam 8 nanti malam, dan lagi lagi.... kita ditembak makannya, kita makan gudeg khas yogya.... bertiga lo tau kita harus bayar 83rb.... PERFECT!! makan termahal selama 4 hari yang gw rasakan, padahal itu bisa cukup untuk 2hari atau 3x makan! yasudahlah lupakan, menjadi pelajaran buat kita.

Pas endank soekamti tampil, aseli ini band lagunya gak ngarti gw, lagunya pake bahasa jawa, akhirnya kita selesai setelah SID kelar tampil dan menuju malioboro lagi dan kita bertemu kembali "PUNK TANGERANG" lagi disana, bernyanyi bersama, makan sate bersama dan begitulah kegiatan sampai jam 1 pagi. akhirnya kita dapat "Hotel Alam" lagi, dan cukup menutup mata ini sampai pagi nanti.

 Hari ke #5
Di hari ke lima, tepatnya hari minggu, kita tidak memiliki ide, mau kemana, karena pertama kita sudah kehilangan handhpone yang artinya kita kehilangan semangat untuk mengabadikan kegiatan kita, padahal rencana mau ke BOROBUDUR + BROMO. Tapi gagal! yasudahlah, akhirnya kita bertiga berjalan menuju ke Station Lempuyangan, FULL SEHARIAN! gw aja mpe bingung mau ngapain, akhirnya selama 1 hari full, kita cuman melihat orang jualan dan mondar mandir kegiatan orang jogja di pinggir jalan, dan gw bener-bener mengalami rasanya hidup sebagai orang pinggiran, dan lagu iwan fals bener, orang pinggiran itu di lupakan!

Gw merasa oh ini yang orang jakarta rasakan di jalanan... campur aduklah perasaan gw, gw mpe bingung, yah getuh dah.

Hari ke #6
GO TO DJAKARTA! seharian full.

FOTO GALLERY:
NEXXTT....