Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan

Desta, Cobalah!

Bismillah...

Desta, 
Cobalah mengambil waktu menyendiri, dan perhatikanlah kesudahan manusia yang dilalaikan dunia, terjebak dalam rutinitas yang menyeretnya menjauh dari Allah.

Desta, 
Adakah mereka menemukan kebahagiaan yang dicari ataukah ditimpa lebih banyak kesengsaraan, ketidakpuasan, kegelisahan tanpa akhir yang membuat merana.

Desta, 
Allah ciptakan dunia untuk diatur, bukan untuk mengatur. Kesempurnaan milik Allah, dan kebahagiaan itu dari-Nya. Semesta bertasbih baginya, ikutilah, disitu bahagia.


Iya ustadz.. :( then :)

Desta, Kamu udah siap Nikah?

Bismillah....

Pertanyaan yang belum ada yang menanyakan.... tapi dalam bathin ini selalu muncul kalimat pertanyaan diatas:
Kamu emang udah siap buat Nikah?
Emang, secara emotional, spritual, intelektual dan material. Ke-4 point itu gw belum punya (tidak sempurna), eits... tp kalo memang kita punya niat, insyaAllah. Allah bakal memberi jalan, untuk sekarang.. gw masih nikmatin rahasia - rahasia dunia yang Allah tampakkan secara perlahan.

Tapi sering gw baca artikel tentang nikah diantaranya ada 14 bukti -- mungkin bisa dibilang ciri-cirinya sih, kalo lo atau gw yang memang terlihat 'sudah siap nikah'. Nah, diantarnya:

  1. Pintar menentukan prioritas dan bisa mengaturnya
  2. Time management berjalan dengan baik, meski belum sempurna
  3. Selalu belajar untuk tidak egois terhadap diri sendiri atau istrimu kelak
  4. Kamu bisa memimpin dirimu sendiri dan orang terdekatmu kelak (istrimu)
  5. Kamu bisa mengatur keuanganmu sedetail mungkin
  6. Kamu harus berfikir dewasa dan mulai menerima segalanya
  7. Kamu pandai mengatur pikiranmu, kayak Emotional, Spritual, dan Intelektual.
  8. Bisa menerima setiap perbedaan yang ada 
  9. Kamu sadar, kehidupan ini tak sebebas saat masih 'single'.
  10. Pintar menentukan sikap dan prilaku di berbagai keadaan.
  11. Tidak selalu mengambil keputusan berdasarkan perasaan.
  12. Kamu tau dari arti dan makna tujuan Hidup.
  13. Kamu sadar bahwa, impian dan cita-cita kamu belum tentu berjalan saat nikah nanti.
  14. Siap berkorban, demi Istri dan Anak mu kelak.
Ikh... wow, tp Alhamdulillah... beberapa point mungkin udah gw pegang.. dan gw fahami dan sadar betul, sebenernya point point diatas jangan di jadikan batasan tapi harus gw jadikan tolak ukur dan sebagai 'koreksi diri' untuk menjadi yang terbaik.

Siapapun perempuan yang hidup berdampingan dengan gw kelak, mungkin dia telah membaca blog gw ini, dan gw hanya berharap, semoga perempuan itu bisa menerima segalanya, kekurangan dan kelebihan yang ada pada gw sendiri, begitu sebalikanya. Aaamiin...

source: http://lb.cm/nikah