Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

.:: Investasi Saat Wabah ::.

Bismillah ...

Intro:
Saya mau tahu sendiri apa itu Kartu Prakerja. Saya sudah daftar. Gelombang I DKI Jakarta yang penutupannya hari ini (11-16 April 2020). Saya masukkan email pribadi dan password. Lalu isi form data diri dan alamat. Upload foto KTP dan selfie bersama KTP. Lalu isi tes minat dan pengetahuan dasar (ada soal matematikanya). Kemudian isi form pernyataan kesanggupan. Sent! Status: “Sedang Dievaluasi”.
Buka layar baru. Menuju laman SkillAcademy-Ruang Guru, Pintaria, Pijar Mahir, Maubelajarapa. Semuanya sudah menyediakan fitur khusus Kartu Prakerja. Saya nongkrong dulu di Ruangguru. Promosinya menarik: ada foto Presiden Jokowi dan tagline ‘Dapatkan insentif Rp2,55 juta lebih cepat!” (Pelatihan gratis menggunakan Kartu Prakerja; pelatihan bersertifikat, akses kelas selamanya; bonus gratis langganan Ruangguru 3 bulan untuk anak).
Naluri manusiawi saja: Rp2,55 juta lebih cepat itu sasaran saya.

Cerita:
Saya buka dulu berita Menko Perekonomian bicara Kartu Prakerja. Cocokkan dulu angkanya. Anggaran Kartu Prakerja Rp20 triliun untuk penerima sebanyak 5,6 juta orang. Setara Rp3,57 juta/orang. Rinciannya: Rp1 juta bantuan biaya pelatihan; insentif Rp600 ribu/bulan selama 4 bulan; survei kerja Rp150 ribu (dibayarkan ke lembaga pelatihan).
Balik ke Ruangguru, miliknya Staf Khusus Milenial Presiden. Mulai pilih-pilih paket pelatihan. Paket ‘Teknik Lengkap Menjual Apapun dengan Mudah’, ‘Kelas Investasi Pemula untuk Raih Keuntungan Cepat’, ‘Cara Jitu Naik Jabatan dengan Cepat’, dan ‘Jago Bicara di Depan Umum Berpenghasilan Jutaan’ menarik minat saya. Tapi saya pikir, bombastis betul paketnya. Masak hidup semudah itu. Naik jabatan dengan cepat kalau perusahaan-perusahaannya pada bangkrut karena korona bagaimana? Jago bicara di depan umum berpenghasilan jutaan, ya lebih bagus lewat pemilu, jadi anggota DPR. Investasi pemula raih keuntungan cepat, wong aplikator dan vendor pelatihannya saja belum tentu sudah untung. Teknik menjual apapun dengan mudah, bagaimana ceritanya, sekarang jual diri saja mungkin susah.
Yang masuk akal saja saya pilih: ‘Belajar Menulis Konten, Berpenghasilan Jutaan’. Ada 7 kelas berupa video. Salah satunya ‘Strategi Pemasaran Konten untuk Raih Untung Maksimal’. Pengajarnya Go-Jek Managing Editor Astri Soeparyono. Harga normal Rp1,55 juta, diskon 91% untuk Prakerja, jadi Rp142 ribu. Video lainnya di paket ini juga segitu harganya.
Bungkus. 7 kelas + gratis langganan Ruangguru 3 bulan. Harga normal Rp7,66 juta hemat Rp6,66 juta jadi Rp1 juta. Bisa aje! Klik ambil paket. Metode bayar macam-macam ternyata: dengan Kartu Prakerja; Gopay; OVO; VA BCA, BNI, Mandiri, BRI; transfer BCA; kartu kredit; minimarket. Klik bayar dengan Kartu Prakerja. Eits belum bisa. Kan akun saya ‘Sedang Dievaluasi’. Belum ada saldo.

Iseng saya lihat Pintaria. Di sini tagline-nya ‘Manfaat Rp3,5 juta dari pemerintah plus bonus jutaan rupiah dari Pintaria’. Tapi fotonya bukan Presiden Jokowi melainkan foto lelaki baju biru memegang helm.

Hitung:
Jadi, pola serangan bisa tergambar:
- Rp1 juta x 5,6 juta = Rp5,6 triliun dikirim dari saldo Kartu Prakerja kepada pihak aplikasi yang kemudian entah bagaimana di-share lagi ke vendor-vendornya (pengajar, lembaga pelatihan, dsb). Terserah berapa-berapanya, yang jelas kalau kue sudah jelas, enak kok baginya;
- Rp150 ribu x 5,6 juta = Rp840 miliar untuk lembaga pelatihan. Entah bagaimana pembagiannya, yang jelas, kalau konkret begitu bakalan enak urusannya;
- Yang justru belum jelas ini untuk penerima Kartu Prakerjanya. Rp600 ribu selama 4 bulan itu dikasih semua di depan atau dicicil per bulan? Melalui saldo kartu prakerja atau tunai atau bagaimana? Tapi kalau dilihat gelagatnya, kemungkinan ini strategi ekstensifikasi: ditaruh di saldo Kartu Prakerja nanti diprogramkan lagi macam-macam untuk digunakan lagi. Misal dengan paket pelatihan lanjutan, bonus ini-itu, promo ini-itu... Kalau begini amsyong. Partnership namanya: kita yang partner, situ yang sip!
Mengapa harus memaksakan konten-konten pelatihan itu? Bagaimana jika saya maunya pelatihan gitar lewat videonya Paul Gilbert? Kalau pun sudah pelatihan, mau disalurkan ke mana? Bagaimana dengan yang di pelosok, apa lagi ada syarat di salah satu aplikasi bahwa internet harus kencang karena medianya audio visual? Pengangguran terbuka ada 7 juta orang, penerima 5,6 juta orang, sisanya mau apa? Pelatihan pemakaman? Mengapa Anda semua sebegitu berhaknya mengeluarkan duit triliunan dari pajak rakyat untuk kepentingan yang menguntungkan perusahaan? Apa dasar hukumnya? PNS saja mau keluar duit Rp10 juta laporan dan kuitansinya setebal gunung.

Hidup tak melulu perkara pelatihan. Hidup adalah kenyataan.

Kesimpulan:
Kita sekarang tidak sedang berhadapan dengan bayangan tentang guru/pengajar bersahaja yang SK pengangkatannya sedang ‘sekolah’ di koperasi/bank. Kita berhadapan dengan mesin industri keuangan yang dilegalkan dan dibiayai oleh pajak kita sendiri.
Ambil contoh Ruangguru, berdasarkan akta terakhir 17 Maret 2020. Direktur Utama adalah Staf Khusus Milenial Adamas Belva Syah Devara. Komisaris utamanya Willson Cuaca. Badan hukumnya PT Ruang Raya Indonesia. Jenis perusahaannya Penanaman Modal Asing (PMA). Notarisnya di Jakarta Selatan. Kedudukannya di Tanah Abang, Jakpus. Modal disetor tertera dalam akta Rp649,4 miliar. Pemegang sahamnya dua pihak: 1) Ruangguru PTE LTD sebanyak 6.494.309 lembar (Rp649,4 miliar); 2) Muhammad Iman Usman sebanyak 100 lembar (Rp10 juta)—orang ini juga jadi pengajar di beberapa paket pelatihan online.
Kalau menurut Crunchbase, total pendanaan Ruangguru sebesar US$150,1 juta (Rp2,3 triliun), yang diperoleh dalam delapan putaran (2014-2019). Terakhir pada 26 Desember 2019 (Seri C) sebesar US$150 juta dari General Atlantic (AS) dan GGV Capital (AS) yang didirikan oleh Thomas Ng. Pada tahap awal didanai oleh Venturra Capital-nya Grup Lippo.
Dalam pendanaan start-up ada istilah convertible notes yang diklaim berbeda dengan sistem bank (pokok dan cicilan). Modelnya adalah itu diperhitungkan sebagai utang yang bisa dikonversi nantinya dengan saham (ekuitas) atau uang, tergantung kesepakatan. Tapi intinya: UTANG.
Jadi kalau Ruangguru ambil kue setengahnya saja (kan harus dibagi dengan aplikator lain) dan margin 30%, dia akan dapat Rp2,8 triliun x 30% = Rp840 miliar.
Untung dia.
Ternyata tidak sia-sia saya ikut pelatihan prakerja paket bagaimana cara investasi pemula meraih keuntungan dengan cepat.

Sumber: https://bit.ly/2KbCa1J

..: Lihat Siapa Temannya :..

Bismillah...

Ini bukan masalah saya diposisi siapa, ini masalah saya sebagai Muslim, saya hanya sedang BUKA MATA BUKA TELINGA DI POLITIK 2019 Kelak.

Dari 10 orang di kedua belah pihak, bagaimana sikap mereka terhadap Islam dan umat Islam...     


Coba perhatikan siapa di sekitar Prabowo Subianto,

  1. Prof. Dr. H. Amien Rais
  2. Fuad Bawazier
  3. KH. Kholil Ridlwan
  4. Habib Rizieq Sihab
  5. Sohibul Iman
  6. Fadli Zon
  7. Fahri Hamzah
  8. Dahnil Anzar Simanjuntak
  9. Ustadz Abdul Somad
  10. Ustadz Bahtiar Natsir

Coba kita lihat 10 orang siapa yang berada di sekitar Joko Widodo,

  1. Luhut Binsar Panjaitan
  2. Megawati Soekarno Putri
  3. Romo Benny Susetyo
  4. AM Hendropriyono
  5. Basuki Cahya Purnama ( Ahok)
  6. KH.  Said Aqil Siradj
  7. Budi Gunawan
  8. Budiman Sujatmiko
  9. Edward Suryajaya
  10. Tomy Winata

Maka, #Renungkanlah Wahai Saudaraku Se-Iman, kita jawab dari hati paling dalam..
  1. Pelecehan surat Al Maidah pada era   presiden siapa...?
  2. Al Qur'an di baca dengn langgam Jawa di istana era presiden siapa....?
  3. Islam Nusantara lahir di era presiden siapa....?
  4. Adzan di permasalahkan di era presiden siapa...?
  5. Khutbah dan ceramah di masjid di atur pemerintah, di era presiden siapa...?
  6. Ormas islam di bubarkan di era presiden siapa...?
  7. Mantan koruptor masih bisa di jadikan wakil rakyat di era presiden siapa....?
  8. Dana haji di pinjam negara era presiden siapa...?
  9. Dana BPJS dipakai untuk insfraktuktur di era presiden siapa....?
  10. Kyai dan Habib di intimidasi di era siapa...?
  11. Pekerja cina merajarela di era presiden siapa...?
  12. Harus minta ma'af pada PKI di era presiden siapa...?
  13. Ulama di cekal pengajian nya di era presiden siapa.....?
  14. Kolom agama di KTP akan di hilangkan, di era presiden siapa....?
  15. Kyai dan ustadz harus di sertifikasi, di era presiden siapa...?
  16. Bilang kalo politik hrs dipisahkan dari agama di era presiden siapa...?
  17. Dimasjid tdk boleh bicara politik di era presiden siapa...?

Hal ini barulah pertama kali terjadi negeri ini sejak merdeka 73 thn yg lalu dan  Ini kenyataan dan bukan meng-ada ada. 

source: WAG Ghiroh 212

..:: Dear Kotak Kotak Dua ::..

Bismillah...

Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Rasul mulia pernah bersabda, Fa Innaka ma'a man ahbabta, Maka sesungguhnya seorang bersama orang yang dicintainya (di akhirat). Setelah berharap bersama Rasulullah, para sahabat dan ulama shalafussolih, kamipun berharap di akhirat kelak bersama ulama-ulama hanif negeri ini yang kami bela dan kami cintai. Buat kalian, apakah sudah siap bersama jagoan kalian di akhirat kelak ???
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Kalian pasti tau ayat "Watawashaubil haqqi wa tawa shaubissobr", ya...itulah tugas saudara seiman, menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, jika anda terima Alhamdulillah, jika anda abaikan maka urusan kami selesai, tinggallah anda berurusan dengan Tuhan.
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Jagoan anda itu kelewat arogan, mungkin jika dia santun, resistensi tak akan sebesar ini. Jika jutaan muslim negeri ini begitu membencinya, pasti dia memang bukan orang yang "beres". Dengan begitu banyak noda hitam, masihkah kalian membelanya mati-matian?
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Satu hal yang bisa saya dan jutaan orang pastikan adalah... jagoan anda itu tidak bisa mengendalikan mulutnya. Jangankan rakyat miskin di pinggiran kota, ulama besar saja dia rendahkan, percakapan mantan presiden pun bisa dia dapatkan, terlebih Al-Qur'an dia nistakan, jutaan muslim peserta aksi disebut orang bayaran, dan sekarang dia dan kroni pun ikut menuduh Tuhan
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Baiklah, jika kalian tidak bisa diyakinkan melalui firman Tuhan, mari kita lihat jagoan anda yang kalian bela mati-matian. Apakah dia profesional, kapabel ? Mungkin saja demikian ( menurut kalian )...tapi apakah dia bersih, jujur, bebas korupsi? Silahkan saja, apakah anda lebih percaya mulutnya ataukah BPK negeri ini yang kredibilitasnya diakui dunia ? Belum lagi masalah reklamasi, penggusuran paksa disana-sini
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Dalam Al-Qur'an ada belasan ayat tentang larangan bagi seorang muslim memilih pemimpin dari kalangan non muslim, terserah mau kalian artikan kata awliya itu sebagai pemimpin atau teman dekat, namun jumhur ulama sepakat, awliya adalah seseorang yang mengurusi hajat hidup orang banyak...jadi tidak mungkin mayoritas orang beriman menyerahkan hajat hidupnya kepada yang tidak seiman
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Kalian adalah saudara kami, saudara seiman dan seaqidah, kami wajib mengingatkan...sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian. Bukankah muslim itu bagaikan satu badan ???
Dear Muslim Berbaju Kotak Kotak...
Sekian surat cinta dari saya...Mohon maaf, kalian tak perlu mendebat saya jika tidak berkenan, seperti kata Aa Gym, saya tidak ingin berdebat dengan Anda yang mendukung mereka, apalagi jika anda orang Islam. Bagaimana saya bisa meyakinkan Anda, sedangkan Firman Allah saja anda tidak yakini dan Anda abaikan


source: http://lb.cm/kotakkotak

..:: Perampok Cerdas ::..

Bismillah...

Alkisah terjadi perampokan di BANK TERNAMA!

Perampok:
" Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda "

Semua orang di bank kemudian tiarap!

Inilah yang disebut:
Mind changing concept – merubah cara berpikir“.
Tiba-tiba, seorang "NASABAH CANTIK" merayu ke perampok..

Perampok:
" Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan! "

Inilah yang disebut:
" Being professional – bertindak professional "
Setelah selesai merampok, terjadi perbincangan diantara para perampok:

Perampok Muda (LULUSAN MBA):
"Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita"

Peramok Tua (LULUSAN SD):
"Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok"

Inilah yang disebut:
"Experience – Pengalaman"
Setelah kejadian tersebut, terjadi perbincangan pula di BANK TERNAMA:

Manajer:
"Hayu kita lapor ke polisi"

Kepala Cabang:
"Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok."

Inilah yang disebut:
"Swim with the tide – ikuti arus"
Kepala Cabang:
"Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan"

Inilah yang disebut:
" Killing boredom – menghilangkan kebosanan "

Ke-esokan harinya, BERITA PERAMPOKAN BANK TERNAMA masuk dalam HEADLINE TELEVISI:

Televisi:
"Telah terjadi perampokan 100 milliar dari BANK TERNAMA ... "

Perampok:
"Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya"

Inilah yang disebut:
" Knowledge is worth as much as gold - pengetahuan itu emas"

Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.

Inilah yang disebut:
"seizing opportunity – berani mengambil risiko"
DONE!


Apakah anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan ?

Kisah Perampokan diatas, adalah representing segala sesuatu yg terjadi di Negara ini.


sumber: http://lb.cm/cerdas

..:: Ini Indonesia Sekarang Bung ::..

Bismillah..

Inilah kenyataan yang terjadi di Indonesia, ketika kita masih tunduk pada "Hukum Manusia", maka manusialah yang akan merubahnya (tingkat tertinggi manusia, Atasan/ Organisasi yang berkepentingan).

Ini quote menggambarkan Indonesia sekarang:

  • Indonesia mayoritas Islam, tapi, yang paling disudutkan Muslim.
  • Lebih serem yang pake cadar, dari pada yang pake rok mini.
  • Lebih serem orang berjenggot, dari pada yang tatoan.
  • Pake baju tauhid ditangkep, pake baju PKI gapapa.
  • Lebih curiga sama yang rajin ibadah di mesjid, dari pada orang yang mabok-mabokan dan judi.
  • Diduga teroris langsung tembak, bandar Narkoba Internasional bisa di nego.
  • Lebih mentolelir aliran sesat, dari pada syariat.

Dunia terbalik kah?
Yang nyunnah – radikal, Yang nyeleneh – toleran
Yang jilbab syar’i – ekstrem, Yang ga pake jilbab – cantik
Yang menikah lagi - Penjahat, Yang main pelacur - Biasa lelaki 
Yang muda sholat 5 waktu – Waspadai, Yang muda ga sholat – masih muda 
Yang jenggotan rajin ke masjid – teroris, Yang jenggotan rajin dugem – keren 
Yang ke majelis ta’lim pekanan – Fanatik, Yang ke bioskop harian – gaul 
Yang hapal Al Qur’an 30 juz – militan, Yang hapal banyak musik – hebat 
Yang anaknya di jilbabin – Keterlaluan, melanggar HAM, Yang anaknya pake rok mini – imutnya 
Yang pakai baju koko – sok alim, Yang ga pake baju – jantan 
Yang hariannya bicara Islam – sok ustadz, Yang hariannya ghibah – up to date 
Media islam – radikal, Media porno – kebutuhan
Saya tahu, saya masih manusia yang doyan dengan kemaksiatan, tapi saya juga punya kesempatan dimata Allah untuk terus memperbaiki diri, ini hanya untuk catatan pengingat saya ajah.

Have a Nice Day

sumber:  http://lb.cm/indonesia

Desta, Jadilah Jantung!

Bismillah...

Riset ilmiah membuktikan:
  1. Smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai.
  2. Mobil mewah, 70% speednya mubazir.
  3. Villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
  4. Universitas, 70% materi kuliahnya tak dapat diterapkan.
  5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70%-nya iseng² tak bermakna.
  6. Pakaian & peralatan dalam suatu rumah, 70%-nya nganggur tak terpakai.
  7. Seumur hidup cari uang/harta, 70%-nya dinikmati ahli waris.
Waspadalah dari Awal hingga Akhir, krn kita harus menang 2 babak...!!!

  • Tidak sakit, juga hrs Check Up.
  • Tidak haus, tetap harus minum.
  • Meski benar, juga hrs mengalah
  • Meski Powerfull, juga perlu merendah
  • Tidak Lelah pun, perlu Istirahat
  • Meski kaya, wajib sholat dan berdo'a
  • Tidak Kaya pun, wajib bersyukur
  • Sesibuk apapun, tetap perlu olahraga.
Jangan Tertipu Usia MUDA! Karena syarat mati tak harus TUA .
Jangan terpedaya dg badan SEHAT  Karena syarat mati tak harus SAKIT.

Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yg baik, walaupun tak banyak orang yg memahamimu.

Jadilah seperti JANTUNG, yg tak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat.

Ajal Tak Mengenal Waktu & Usia, jadi teruslah berbuat baik, mengucap syukur atas apa yg sdh ada & menyampaikan kebenaran terhadap sesama.

Have a Nice Day!

sumber: http://lb.cm/jantung

Pembangkangan Sipil - T.A.I.K.K

Bismillah..

" sebelumnya, selamat kita masuk orientasi orba versi 2 "
Berikut kisahnya:

Hok, gua nulis ini karena gua peduli. Apalagi, kita sama-sama satu almamater. Saling mengingatkan itu perlu. Btw, sori ya, kalo gua pake bahasa begini ke elu. Ini terpaksa. Lu boleh cek semua tulisan gua, kalo gua sebelonnya kaga pernah menulis dengan bahasa seperti ini.
Gua gunain bahasa ini karena inget nasihat teman. Dia bilang begini ke gua: “John, dalam komunikasi itu penting untuk memilih bahasa. Kamu tidak bisa memaksakan berbicara dalam bahasa akademisi pada kelompok tertentu. Begitu pula sebaliknya.” Jadi, gua terpaksa nih pake bahasa begini dengan tujuan supaya lu ngerti.
Sempet kepikir juga untuk nyelipin kata-kata: t**k, bodo amat dan kata-kata lain yang biasa lu gunain selama ini, tapi kata gua kaga perlu deh. Biar elu aja yang kayak gitu. Gua mah kaga bisa.
***
Ok. Langsung aja ya. Gua nanya nih ma elu, hok. Lu pernah demo ga? Waktu 1998, lu ikutan bantuin kita demo ga? Karena lu senior gua di Universitas Trisakti, gua nanya lagi, nih. Waktu kita lagi repot belajar dan membangun demo, sampe adik-adik kita mati, terus sampe kita nginep di MPR/DPR, lu dimana, hok? Jujur deh lu jawab.
Maksud gua nanya gini, biar lu inget dan paham kalo semua demonstrasi yang gua sebutin itu, semuanya ngelanggar aturan. Mulai dari ngomongin politiknya dilarang, mimbar bebasnya dilarang, demonstrasinya yang dilarang, long-marsnya dilarang dan semuanya itu kaga ada yang kaga dilarang. Sampai otopsi pun dilarang. Intinya, kita semua bisa sampai ke hari ini karena ada unjuk rasa yang ga ngikutin aturan di jaman itu. Termasuk elu jadi anggota DPR, Bupati, Wakil Gubernur dan Gubernur karena itu, bro!
Emang sih waktu itu ada UU Nomer 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum – yang dibikin jaman BJ Habibie. Tapi apa respon kita waktu itu? Kaga peduli, coy.
Malah, gua inget bener, waktu kita demo Istana Negara supaya Habibie segera ngadilin Soeharto (2 Desember 1998). Temen-temen gua sampe lompat pager Istana. Sementara temen-temen gua yang lain ngedemo rumahnya Soeharto! Apa hasilnya? Seminggu kemudian, Soeharto untuk pertama kalinya dipanggil Kejaksaan Agung (9 Desember 1998). Emang sih, pemeriksaannya basa-basi. Tapi, segitu aja kita udah seneng banget. 
Jadi asal lu tau aja. Sampai hari ini, itu UU kaga pernah kita peduliin. Kenape? Karena itu UU katrok, hok. Katro sekatronya!
Dari pemilihan lokasi, lu bisa liat UU itu lebih melindungi (bangunan/simbol) negara ketimbang melindungi ekspresi warga. Soal pemberitahuan lagi. Kalo hari ini, Novel Baswedan mau dijemput paksa masak kita kudu nunggu 3 hari, baru boleh belain dia di KPK? Emang lu pikir demo pasti urusannya tolak-menolak doang? Makna “pemberitahuan” di UU itu juga berkali-kali diselewengkan di lapangan sebagai “permohonan ijin”, sehingga justeru mempersulit orang untuk demo. Lu bayangin aje ya, kalo kita dulu kudu jujur mau ngasih ayam betina ke Jaksa Agung (24 November 1998), mana bisa kita dikasih masuk?
Dengan segala masalah itu, eh elu malah jadiin UU ini sebagai rujukan untuk Pergub!
Nah, gua minta lu kaga bawa-bawa soal ketertiban. Karena gua jadi perlu nanya lagi nih. Ketertiban yang kaya gimana, hok? Yang kaya jaman Orba? Atau yang kaya Singapura? Aje gile lu, hok. Yang bener aje. Justeru, kebebasan berekspresi inilah yang membuat kita bangga dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Jadi hok, jangan segala jam-lah lu atur-atur, soal tempat dan urusan bising lu atur-atur. Orang demo tuh kaga mungkin subuh-subuh, lagi. Apalagi di Hari-hari Keagamaan. Kalo ada yang demo sampai malem, itu emang udah diniatin pastinya. Biasanya, mereka emang pengin nginep. Lagian yang doyan demo ampe malem dan seneng bentrok, udah jarang. Sebagian gembongnya udah pada jadi anggota DPR dan komisaris, keknya.
Nah, soal tempat. Lu kasih kita cuma tiga: Parkir Timur Senayan, DPR/MPR dan Silang Selatan Monas. Ini ga masuk akal dan cule. Masak kantor lu kaga boleh dijadiin target demo? Kejaksaan Agung, Bunderan Hotel Indonesia, Kantor Freeport, APP, Sinar Mas, Wilmar, Artha Graha dan lainnya kaga boleh juga? Ga sekalian aja, lu taruh kita di Kep. Seribu? Ga boleh juga ya? Soalnya, kita malah ganggu proyek reklamasi lu ya?
Semua bangunan kecuali rumah sakit dan tempat ibadah, kata gua sih sah untuk didemo. Emang lu kaga pernah bayangin kalo buruh pelabuhan pada mogok kerja? Emang itu bukan demo?
Soal kebisingan lain lagi nih. Ngomong-ngomong, lu tau ga 60 dB itu setara apa? Setara orang normal ngobrol, bro. Setara suasana dalam rumah. Atau dibawah ramenya suasana kantor (70 dB) atau suara kemacetan parah di jalan (90 dB). Gua jadi penasaran, demo yang kayak gitu demo apaan, hok?
Hok, tahun 1999, gua pernah bikin tulisan judulnya “Mendemonstrasikan demonstrasi.” Isinya a-z soal merancang demonstrasi. Di situ gua bilang kalo demonstrasi adalah seni menyampaikan pendapat. Tujuannya simpel. Supaya aspirasi dalam demonstrasi itu dipenuhi dan dipertimbangkan. Sudah tentu, kita yang demonstrasi pasti nyari perhatian dan narik simpati.
Ketika demo, kita tuh pasti bersiasat bagaimana cara terbaik untuk diperhatiin dan didengarkan. Kita pengin setiap orang mengetahui pesan kita. Jadi mustahil, kalo lo mau batasin aktivitas demonstran secara kaku.
Lagian, demo tuh macem-macem bentuknya. Ada yang bagi-bagi stiker di jalan, ada yang nginep bikin tenda keprihatinan dan ada yang memang niatnya nerobos barikade penjagaan. Kita yang demo tau kok konsekuensinya. Polisi pun udah paham mana yang demonya reseh, bikin deg-degan sampai yang kalem.
Jadi kaga usah lu ajarin polisi soal beginian. Karena kalau udah masuk kriminal, aturan di KUHP kan bisa dipake. Justeru lo kudu nekenin ke polisi supaya ga pakai senjata api dan senjata tajam dalam menangani demonstran.
Eh, ini malah di Pergub itu lu ngebolehin tentara ikut-ikutan. Wah, ini mah beneran Orde Baru!     
Lu lagi pake alesan demo bikin macet. Itu alesan klise, hok. Macet mah itu masalah gimana elu ngurus transportasi massal ajah. Itu makanya gua nolak proyek 6 ruas jalan tol, karena justeru nambah kendaraan pribadi. Itu kan solusi gua buat elu. Tapi ya itu, lu kaga mau denger.
Dan elu, hok jangan juga pake alesan ganggu pembangunan ya. Kaga ada urusannya tuh, investasi ma demonstrasi. Asal tau aja, jaman kita pada demo dari yang tiap hari sampe seminggu sekali, rupiah berkisar Rp. 8000,- s/d Rp. 8500,- kok!
Buat gua, tertib dan keteraturan kepada rakyat itu cuma cermin, hok. Cermin dari pengurusnya (pemerintahnya). Justeru, demonstrasi adalah indikator bahwa dialog antara warga dan pengurusnya sedang berlangsung secara dinamis. Jadi, kalo lu mulai kebanjiran demonstrasi, justeru lu kudu ngaca dan evaluasi. Karena pasti deh ada yang kaga bener. Entah itu, “kaga bener” yang dateng dari luar maupun “kaga bener” yang dateng dari dalem kepengurusan elu.
***
Sekarang, gua malah jadi mikir. Jangan-jangan lu emang kaga demen ma demonstrasi ya? Wah, kalo udah begini, lu kudu introspeksi. Jangan-jangan lu punya sindrom diktator, otoriter, lalim dan segala turunannya? Amit-amit, hok.
Tapi, kalau bener lu begitu orangnya, tenang aja, hok. Gua ga bakal jatuhin atau mundurin lu sekarang ini. Gua kaga mau ngikutin taktik lu: main korban-korbanan atau sengaja dijatuhin biar nanti dikenang. Kalau emang bener lu begitu orangnya, mending gua biarin lu lapuk sampai pilkada taun depan.
***
Hok, jelas ya. Gua ga bakal peduliin Pergub No. 228/2015 lu itu. Jadi terserah elu. Mau lu cabut bagus. Ga lu cabut pun pasti gua cuekin. Ini namanya civil disobedience: pembangkangan sipil. Ngarti?
Gitu aja ya, hok. Semoga tulisan berjudul T. A. I. K. K. ini bisa lo pahamin.

Sumber Kegalauan Abadi

Bismillah...

Judul aselinya:
Sumber Kegalauan Abadi Yang Harus Ditinggalkan.
Berikut ini 4 Kegalauan yang terjadi, kalo kita bangun di pagi hari (dini hari) tapi yang dipikirkan itu DUNIA saja, maka Allah SWT, menanamkan sifat berupa penyakit, diantaranya:

  1. Kebingungan yang tiada putus
  2. Kesibukan yang tiada berujung
  3. Kebutuhan yang tiada terpenuhi
  4. Khayalan yang tiada berujung
Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).”
(HR Ibnu Majah, Ahmad , ad-Daarimi ,Ibnu Hibban)

Rasanya gw sedang mengalaminya akhir akhir minggu ini.. Ya betul gw bangun shalat 2 rakaat tapi lupa untuk berdzikir, dipikiran gw hanya dunia, hanya ngerjain project di luar kerjaan, gw lupa baca quran.

Ini catatan pribadi gw aja, semoga bermanfaat.

sumber: http://lb.cm/galau
 

10 pesan buat saya, sebagai Buruh!

Bismillah...

Tepat kemaren 1 Mei diperingati secara Inernational sebagai hari Buruh. Ada beberapa pesan yang bisa kita ambil makna dari tanggal tersebut, khusus buat saya pribadi dan umumnya temen temen yang masih berstatus 'pekerja' atau 'buruh' orang kenalnya. diantaranya:

Hari buruh gak hanya mengingatkan kita pada rezim Mega yang memberlakukan sistem outsourcing, tapi juga mengingatkan kita pada adiknya Mega, Buruh Soekarno Putra
Perjuangan buruh sudah ditempuh dengan air mata dan darah. Ada kasus Marsinah, ada kasus Satinah. Kalo gak mampu seperti mereka, ya jadilah buruh yang Qona'ah.
Di hari buruh, demonstran wajib hukumnya demo turun ke jalan. Ingat ya, ke jalan, bukan ke selokan. Karena turun ke selokan itu namanya bukan demonstran, tapi blusukan. Apalagi sambil diliput wartawan.
Kenapa harus turun ke jalan? ya karena menegakkan sesuatu yang layak ditegakkan memang harusnya seperti itu. Gak selamanya menegakkan sesuatu harus dengan lubricants oil.
Demolah demi harga diri, jangan demi gaji. Karena gaji tinggi belum tentu hidup senang. Lu kira pemain Chelsea dan Manchester City tidurnya enak?
Jangan biarkan Hari Buruh ditunggangi kampanye Capres. Kalo capresnya ngotot, suruh ke pasar malam, nunggangi komidi puter.
Jangan hanya jago teriak MAY DAY..! MAY DAY..!, tapi pas ditanya kapan nikah malah jawabannya SOMEDAY! ‪#‎eeeeaa‬
Buruh yang demo menuntut hak itu memang keren, tapi buruh yang lebih keren adalah buruhmahtangga bersama kamu #eeeeaa lagi.
Silakan jadi buruh yang kerja sampe lembur, tapi tetap harus pulang. Ingat pesan Nia Daniati: buruh saja terbang tak lupa pulang. Ingat sangkar, anak istri.
Hormati buruhmu, sayangi temanmu, itulah tandanya kau perusahaan budiman .

Haha, itu jokes buat  buruh/ pekerja kayak gw.... Selamat Hari Buruh!

sumber: http://lb.cm/buruh

Tokopedia VS Lazada

Bismillah...

Postingan kali ini lebih kepada Pengalaman Berbelanja Online saja. dan Lebih kepada kekecewaan gw ke Lazada, makanya gw kasih judul aja sebagai pembanding dan Udah beberapa kali gw belanja online lebih kepada sering hehee. Ada banyak hal yang kadang buat gw risih, yaitu "Update ketersedian barang" dan "Update harga barang" yang kadang gak jelas, baik tokopedia atau lazada. Setidaknya berikut ini beberapa pengalaman gw memanfaatkan Web E-Commerce yang bersifat Costumer to Costumer, atau dengan kata lain baik tokopedia atau lazada hanya memberikan lapak/ lahan.

TOKOPEDIA
  1. Gw dapat kontak langsung ke penjualnya.
  2. Setiap penjual memiliki toko fisik yang sesungguhnya.
  3. Meskipun biaya kirim mahal, setidaknya tanggung jawabnya terlihat jelas.
  4. Pengingat pembayaran atas pembelian barang tertentu tidak terlalu 'Memaksa'.
  5. Ada option pengiriman untuk berbagai macam barang.
  6. Bisnis E-Commerce yang sesungguhnya, Costumer to Costumer. (to) disini yaitu Tokopedia.
LAZADA
  1. Gw gak bisa kontak langsung ke penjualnya
  2. Toko fisik mungkin ada, tapi gw gak bisa masuk ke halaman tokonya.
  3. Biaya kirim gratis, lebih baik COD biar aman, duit gak melayang.
  4. Pengingat pembayaran yang beulang ulang, email, sms yang menggangu aktifitas.
  5. Option pengiriman cepat hanya untuk barang tertentu.
  6. Bisnis E-Commerce yang BURUK. 

Terlalu dini kalo gw menyimpulkan lazada itu sangat buruk. dalam hal pelayanan e-commerce, apalagi dengan eksistensinya, hal ini gw simpulkan karena gw sudah dikecewakan inget, gw udah transfer yang buat gw duit segitu lumayan bisa bertahan hidup di Jakarta.

Entahlah, gw mencoba terus kontak ke CS nya, semoga saja bisa kembali uang gw (Refund) kesalahan gw sendiri yang gak mencoba cari tau dulu perkembangan dari situs LAZADA. Dan memang situs kayak getu apalagi belanja hampir sejuta mending lo COD dah, biar di kirim barang baru lu bayar, jangan asal transfer, nanti kayak gw gini, barang gak jelas kapan sampai, no resi pengiriman gak ada, tiba tiba di dashboard pesan statusnya "Dibatalkan", padahal gw udah transfer.

Hari minggu pesan -- malam itu juga gw transfer, tepat hari ini gw kontak cs nya baik livechat atau email hanya meminta menunggu untuk di kordinasikan bagian keuangan, feeling gw dah gak enak. Postingan ini bakal gw update, besok senen gw bakal telpon tuh Toko yang katanya Online.

Okeh, mereka merefund dana gw, rasanya ketika gw melakukan transaksi mungkin mereka sedang melakukan perbaikan sistem. karena pas gw coba transaksi lagi, tiba tiba status gw 'pengiriman', dengan proses yang sama. Pesen->Transfer->Status (Dibatalkan/ Pengiriman).

Gw sempet kesel, karena status gw selama 7 hari gw pantau masih 'Dibatalkan' itu yang bikin gw bingung... tp tadi gw coba order dan langsung transfer lagi, dan status berubah menjadi 'Pengiriman', semoga tidak main main, dan sampai 2-4 hari dan ini cukup cepat, sebelumnya sampai 7 hari!! gila.

Have a nice day!