Tampilkan postingan dengan label akhirat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhirat. Tampilkan semua postingan

..:: Desta, Lakukan 7 Sunnah ini ::..

Bismillah...

Solat Tahajjud,
Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada sholat tahajjudnya.
Doanya pasti akan mudah terkabul dan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari
Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, kita membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh penahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.
Pergilah ke masjid (Khususnya di waktu subuh)
Sebelum melangkahkan kaki kemanapun, langkahkan kaki ke masjid dahulu, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SW.
Sholat Dhuha
Karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha.
Yakinlah, kekuatan sholat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.
Sedekah setiap hari
Allah menyukai orang yang suka bersedekah dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat-lipat ganda.
Selalu Jaga Wudhu
Karena Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu.
Kata khalifah Ali bin Abu Thalib,
" Orang yang selalu berwudhu, ia akan senantiasa merasa selalu dalam keadaan sholat walaupun ia belum sholat dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa yaitu
*Ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT* ".
Amalkan Istighfar setiap saat
Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

sumber: http://cur.lv/15arjq

..:: Perampok Cerdas ::..

Bismillah...

Alkisah terjadi perampokan di BANK TERNAMA!

Perampok:
" Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda "

Semua orang di bank kemudian tiarap!

Inilah yang disebut:
“Mind changing concept – merubah cara berpikir“.
Tiba-tiba, seorang "NASABAH CANTIK" merayu ke perampok..

Perampok:
" Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan! "

Inilah yang disebut:
" Being professional – bertindak professional "
Setelah selesai merampok, terjadi perbincangan diantara para perampok:

Perampok Muda (LULUSAN MBA):
"Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita"

Peramok Tua (LULUSAN SD):
"Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok"

Inilah yang disebut:
"Experience – Pengalaman"
Setelah kejadian tersebut, terjadi perbincangan pula di BANK TERNAMA:

Manajer:
"Hayu kita lapor ke polisi"

Kepala Cabang:
"Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok."

Inilah yang disebut:
"Swim with the tide – ikuti arus"
Kepala Cabang:
"Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan"

Inilah yang disebut:
" Killing boredom – menghilangkan kebosanan "

Ke-esokan harinya, BERITA PERAMPOKAN BANK TERNAMA masuk dalam HEADLINE TELEVISI:

Televisi:
"Telah terjadi perampokan 100 milliar dari BANK TERNAMA ... "

Perampok:
"Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya"

Inilah yang disebut:
" Knowledge is worth as much as gold - pengetahuan itu emas"

Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.

Inilah yang disebut:
"seizing opportunity – berani mengambil risiko"
DONE!


Apakah anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan ?

Kisah Perampokan diatas, adalah representing segala sesuatu yg terjadi di Negara ini.


sumber: http://lb.cm/cerdas

..:: Kalender 2017 ::..

Bismillah...

Alhamdulillah, ditemani Istri sekarang.

Ini link kalendar 2017 baik hijriah ataupun masehi...


PDF
IMG
HIJRIAH



Sumber:
http://syukr.com/
http://www.designdakwah.com

Desta, Ingatlah!

Bismillah...


  1. HIDUPLAH SESUKAMU, TAPI INGAT, KAMU AKAN MATI.
  2. CINTAI APAPUN YANG KAMU SUKA, TAPI INGAT, SEMUANYA KAN BERPISAH DENGAN KAMU.
  3. BERBUATLAH SESUKAMU, TAPI INGAT, BAHWA ADA BALASAN UNTUK SEMUA TINDAKAN


sumber: http://lb.cm/ingatlah

Desta, Cobalah!

Bismillah...

Desta, 
Cobalah mengambil waktu menyendiri, dan perhatikanlah kesudahan manusia yang dilalaikan dunia, terjebak dalam rutinitas yang menyeretnya menjauh dari Allah.

Desta, 
Adakah mereka menemukan kebahagiaan yang dicari ataukah ditimpa lebih banyak kesengsaraan, ketidakpuasan, kegelisahan tanpa akhir yang membuat merana.

Desta, 
Allah ciptakan dunia untuk diatur, bukan untuk mengatur. Kesempurnaan milik Allah, dan kebahagiaan itu dari-Nya. Semesta bertasbih baginya, ikutilah, disitu bahagia.


Iya ustadz.. :( then :)

Pembangkangan Sipil - T.A.I.K.K

Bismillah..

" sebelumnya, selamat kita masuk orientasi orba versi 2 "
Berikut kisahnya:

Hok, gua nulis ini karena gua peduli. Apalagi, kita sama-sama satu almamater. Saling mengingatkan itu perlu. Btw, sori ya, kalo gua pake bahasa begini ke elu. Ini terpaksa. Lu boleh cek semua tulisan gua, kalo gua sebelonnya kaga pernah menulis dengan bahasa seperti ini.
Gua gunain bahasa ini karena inget nasihat teman. Dia bilang begini ke gua: “John, dalam komunikasi itu penting untuk memilih bahasa. Kamu tidak bisa memaksakan berbicara dalam bahasa akademisi pada kelompok tertentu. Begitu pula sebaliknya.” Jadi, gua terpaksa nih pake bahasa begini dengan tujuan supaya lu ngerti.
Sempet kepikir juga untuk nyelipin kata-kata: t**k, bodo amat dan kata-kata lain yang biasa lu gunain selama ini, tapi kata gua kaga perlu deh. Biar elu aja yang kayak gitu. Gua mah kaga bisa.
***
Ok. Langsung aja ya. Gua nanya nih ma elu, hok. Lu pernah demo ga? Waktu 1998, lu ikutan bantuin kita demo ga? Karena lu senior gua di Universitas Trisakti, gua nanya lagi, nih. Waktu kita lagi repot belajar dan membangun demo, sampe adik-adik kita mati, terus sampe kita nginep di MPR/DPR, lu dimana, hok? Jujur deh lu jawab.
Maksud gua nanya gini, biar lu inget dan paham kalo semua demonstrasi yang gua sebutin itu, semuanya ngelanggar aturan. Mulai dari ngomongin politiknya dilarang, mimbar bebasnya dilarang, demonstrasinya yang dilarang, long-marsnya dilarang dan semuanya itu kaga ada yang kaga dilarang. Sampai otopsi pun dilarang. Intinya, kita semua bisa sampai ke hari ini karena ada unjuk rasa yang ga ngikutin aturan di jaman itu. Termasuk elu jadi anggota DPR, Bupati, Wakil Gubernur dan Gubernur karena itu, bro!
Emang sih waktu itu ada UU Nomer 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum – yang dibikin jaman BJ Habibie. Tapi apa respon kita waktu itu? Kaga peduli, coy.
Malah, gua inget bener, waktu kita demo Istana Negara supaya Habibie segera ngadilin Soeharto (2 Desember 1998). Temen-temen gua sampe lompat pager Istana. Sementara temen-temen gua yang lain ngedemo rumahnya Soeharto! Apa hasilnya? Seminggu kemudian, Soeharto untuk pertama kalinya dipanggil Kejaksaan Agung (9 Desember 1998). Emang sih, pemeriksaannya basa-basi. Tapi, segitu aja kita udah seneng banget. 
Jadi asal lu tau aja. Sampai hari ini, itu UU kaga pernah kita peduliin. Kenape? Karena itu UU katrok, hok. Katro sekatronya!
Dari pemilihan lokasi, lu bisa liat UU itu lebih melindungi (bangunan/simbol) negara ketimbang melindungi ekspresi warga. Soal pemberitahuan lagi. Kalo hari ini, Novel Baswedan mau dijemput paksa masak kita kudu nunggu 3 hari, baru boleh belain dia di KPK? Emang lu pikir demo pasti urusannya tolak-menolak doang? Makna “pemberitahuan” di UU itu juga berkali-kali diselewengkan di lapangan sebagai “permohonan ijin”, sehingga justeru mempersulit orang untuk demo. Lu bayangin aje ya, kalo kita dulu kudu jujur mau ngasih ayam betina ke Jaksa Agung (24 November 1998), mana bisa kita dikasih masuk?
Dengan segala masalah itu, eh elu malah jadiin UU ini sebagai rujukan untuk Pergub!
Nah, gua minta lu kaga bawa-bawa soal ketertiban. Karena gua jadi perlu nanya lagi nih. Ketertiban yang kaya gimana, hok? Yang kaya jaman Orba? Atau yang kaya Singapura? Aje gile lu, hok. Yang bener aje. Justeru, kebebasan berekspresi inilah yang membuat kita bangga dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Jadi hok, jangan segala jam-lah lu atur-atur, soal tempat dan urusan bising lu atur-atur. Orang demo tuh kaga mungkin subuh-subuh, lagi. Apalagi di Hari-hari Keagamaan. Kalo ada yang demo sampai malem, itu emang udah diniatin pastinya. Biasanya, mereka emang pengin nginep. Lagian yang doyan demo ampe malem dan seneng bentrok, udah jarang. Sebagian gembongnya udah pada jadi anggota DPR dan komisaris, keknya.
Nah, soal tempat. Lu kasih kita cuma tiga: Parkir Timur Senayan, DPR/MPR dan Silang Selatan Monas. Ini ga masuk akal dan cule. Masak kantor lu kaga boleh dijadiin target demo? Kejaksaan Agung, Bunderan Hotel Indonesia, Kantor Freeport, APP, Sinar Mas, Wilmar, Artha Graha dan lainnya kaga boleh juga? Ga sekalian aja, lu taruh kita di Kep. Seribu? Ga boleh juga ya? Soalnya, kita malah ganggu proyek reklamasi lu ya?
Semua bangunan kecuali rumah sakit dan tempat ibadah, kata gua sih sah untuk didemo. Emang lu kaga pernah bayangin kalo buruh pelabuhan pada mogok kerja? Emang itu bukan demo?
Soal kebisingan lain lagi nih. Ngomong-ngomong, lu tau ga 60 dB itu setara apa? Setara orang normal ngobrol, bro. Setara suasana dalam rumah. Atau dibawah ramenya suasana kantor (70 dB) atau suara kemacetan parah di jalan (90 dB). Gua jadi penasaran, demo yang kayak gitu demo apaan, hok?
Hok, tahun 1999, gua pernah bikin tulisan judulnya “Mendemonstrasikan demonstrasi.” Isinya a-z soal merancang demonstrasi. Di situ gua bilang kalo demonstrasi adalah seni menyampaikan pendapat. Tujuannya simpel. Supaya aspirasi dalam demonstrasi itu dipenuhi dan dipertimbangkan. Sudah tentu, kita yang demonstrasi pasti nyari perhatian dan narik simpati.
Ketika demo, kita tuh pasti bersiasat bagaimana cara terbaik untuk diperhatiin dan didengarkan. Kita pengin setiap orang mengetahui pesan kita. Jadi mustahil, kalo lo mau batasin aktivitas demonstran secara kaku.
Lagian, demo tuh macem-macem bentuknya. Ada yang bagi-bagi stiker di jalan, ada yang nginep bikin tenda keprihatinan dan ada yang memang niatnya nerobos barikade penjagaan. Kita yang demo tau kok konsekuensinya. Polisi pun udah paham mana yang demonya reseh, bikin deg-degan sampai yang kalem.
Jadi kaga usah lu ajarin polisi soal beginian. Karena kalau udah masuk kriminal, aturan di KUHP kan bisa dipake. Justeru lo kudu nekenin ke polisi supaya ga pakai senjata api dan senjata tajam dalam menangani demonstran.
Eh, ini malah di Pergub itu lu ngebolehin tentara ikut-ikutan. Wah, ini mah beneran Orde Baru!     
Lu lagi pake alesan demo bikin macet. Itu alesan klise, hok. Macet mah itu masalah gimana elu ngurus transportasi massal ajah. Itu makanya gua nolak proyek 6 ruas jalan tol, karena justeru nambah kendaraan pribadi. Itu kan solusi gua buat elu. Tapi ya itu, lu kaga mau denger.
Dan elu, hok jangan juga pake alesan ganggu pembangunan ya. Kaga ada urusannya tuh, investasi ma demonstrasi. Asal tau aja, jaman kita pada demo dari yang tiap hari sampe seminggu sekali, rupiah berkisar Rp. 8000,- s/d Rp. 8500,- kok!
Buat gua, tertib dan keteraturan kepada rakyat itu cuma cermin, hok. Cermin dari pengurusnya (pemerintahnya). Justeru, demonstrasi adalah indikator bahwa dialog antara warga dan pengurusnya sedang berlangsung secara dinamis. Jadi, kalo lu mulai kebanjiran demonstrasi, justeru lu kudu ngaca dan evaluasi. Karena pasti deh ada yang kaga bener. Entah itu, “kaga bener” yang dateng dari luar maupun “kaga bener” yang dateng dari dalem kepengurusan elu.
***
Sekarang, gua malah jadi mikir. Jangan-jangan lu emang kaga demen ma demonstrasi ya? Wah, kalo udah begini, lu kudu introspeksi. Jangan-jangan lu punya sindrom diktator, otoriter, lalim dan segala turunannya? Amit-amit, hok.
Tapi, kalau bener lu begitu orangnya, tenang aja, hok. Gua ga bakal jatuhin atau mundurin lu sekarang ini. Gua kaga mau ngikutin taktik lu: main korban-korbanan atau sengaja dijatuhin biar nanti dikenang. Kalau emang bener lu begitu orangnya, mending gua biarin lu lapuk sampai pilkada taun depan.
***
Hok, jelas ya. Gua ga bakal peduliin Pergub No. 228/2015 lu itu. Jadi terserah elu. Mau lu cabut bagus. Ga lu cabut pun pasti gua cuekin. Ini namanya civil disobedience: pembangkangan sipil. Ngarti?
Gitu aja ya, hok. Semoga tulisan berjudul T. A. I. K. K. ini bisa lo pahamin.

Sumber Kegalauan Abadi

Bismillah...

Judul aselinya:
Sumber Kegalauan Abadi Yang Harus Ditinggalkan.
Berikut ini 4 Kegalauan yang terjadi, kalo kita bangun di pagi hari (dini hari) tapi yang dipikirkan itu DUNIA saja, maka Allah SWT, menanamkan sifat berupa penyakit, diantaranya:

  1. Kebingungan yang tiada putus
  2. Kesibukan yang tiada berujung
  3. Kebutuhan yang tiada terpenuhi
  4. Khayalan yang tiada berujung
Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).”
(HR Ibnu Majah, Ahmad , ad-Daarimi ,Ibnu Hibban)

Rasanya gw sedang mengalaminya akhir akhir minggu ini.. Ya betul gw bangun shalat 2 rakaat tapi lupa untuk berdzikir, dipikiran gw hanya dunia, hanya ngerjain project di luar kerjaan, gw lupa baca quran.

Ini catatan pribadi gw aja, semoga bermanfaat.

sumber: http://lb.cm/galau
 

Inget, ini tanda hati kita mati..!?!

Bismillah...

Sekali lagi, ini blog sebagai catatan pribadi gw... gw cuman manusia yang masih sering bermaksiat dan tidak sempurna dan tak akan sempurna (akhlaknya), semoga dengan mencatat ini sedikit bisa mengurangi kebiasan buruk gw sebagai manusia.

Diantara hati kita mati diantaranya:
Tarkush sholah, Berani meninggalkan sholat fardhu
Adzdzanbu bil farhi, Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS al A'raf 3)
Karhul Qur'an, Tidak mau membaca Al-Qur'an
Hubbul ma'asyi, Terus menerus maksiat
Asikhru, Sibuknya gosip dan buruk sangka, serta merasa dirinya selalu lebih suci.
Ghodbul ulamai, Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama
Qolbul hajari, Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian,kuburan dan akhirat.
Himmatuhul bathni, Gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya.
Anaaniyyun, tidak mau tau, "cuek" atau masa bodoh keadaan orang.
Al intiqoom, Pendendam hebat.
Al bukhlu, Sangat pelit.
Ghodhbaanun, Cepat marah karena keangkuhan dan dengki.
Asysyirku, Syirik dan percaya sekali kepada dukun & prakteknya.


Yah, itu sekedar pengingat pribadi, semoga menjadi pengingat juga buat yang baca tulisan ini.